Posts

MENATAP MASA DEPAN

16 Sept 2008 Beberapa tahun yang silam, saat masih kuliah di kota "gudeg" Yogya, waktu sepertinya berjalan begitu lambat. Dari pagi sampai sore sepertinya lama sekali, mengapa bisa begitu ? mungkin karena perasaan saja, aktivitas saya sebagai mahasiswa memang sangat longgar, tidak ada yang memburu-buru, kecuali diri sendiri. Semakin pengin santai, ya semakin lama waktu bergerak. Kadang menjadi bahan olokan, kalau di Bali katanya "Everyday is Holiday" kalau di Yogya "Everyday is Sunday".... pokoknya santai dan santai layaknya di hari minggu yang tanpa beban itu..... Nah, diwaktu-waktu yang bergerak lambat itu, saat orang lain benar-benar santai, saya malah banyak merenung, apa saja direnungkan, kadang ada seorang teman yang bilang, saya cocoknya kuliah di Filsafat saja. Kalau berdiskusi tentang apa saja, seperti tak ada ujung, karena pertanyaan yang keluar dari mulut saya selalu menggiring ke puncak yang paling hakiki dari suatu kebenaran fakta, dan itu se...

LAKUKAN INTINYA

5/9/2008 Agak sulit mengartikan makna yang terkandung dalam kalimat ini "Mengalah Untuk Menang", apalagi masuk dalam konteks kehidupan yang penuh kompetisi ini. Lama juga saya mencoba memahami dengan terus menerus mencari tahu apa sebenarnya maksud dari kalimat ini. Mudah memang mengucapkan, tapi bagaimana jika kita dihadapkan pada persoalan yang menyangkut prinsip pribadi ? tidak usah sampai situ, jika terjebak dengan masalah yang berbenturan dengan harkat dan kepentingan kita hari ini saja, sepertinya sulit berjabat dengan kata "mengalah". Tapi apakah harus selalu mengalah ? ternyata jawabanya adalah "YA, HARUS BEGITU !" Saya belajar dari memenangkan hati anak-anak, apa yang tidak kita kalahkan demi mereka. Karena rasa sayang kita, kita matikan segala prinsip, aturan, kemauan, egoisme, bahkan emosi. Kita rela kepala kita dipukul-pukul, wajah kita diinjak-injak, bahkan badan kita dikotori oleh kotoran tubuhnya pun tidak masalah. Kenapa bisa begitu ? ya ka...

"BELAJAR DARI PAK HARTO (2)"

25/8/2008 Headline KOMPAS hari ini "Ledakan Jumlah Penduduk Mencemaskan", perkiraan jumlah penduduk tahun 2015 sekitar 247.5 Juta dari 220 Juta tahun ini (naik 12.5%) dan kemungkinan akan menjadi 273 Juta tahun 2025 (naik 24%) dari tahun ini. Indonesia sedang mengalami apa yang disebut Babby Booming, kenapa ? katanya karena otonomi daerah makanya program Keluarga Berencana (KB) terabaikan. Budget Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk kampanye KB terbagi-bagi sesuai dengan kemampuan daerah, dan ironisnya banyak daerah yang tidak fokus untuk persoalan menekan jumlah penduduk. Belajar dari Soeharto, orang yang punya kemapuan untuk mengakomodir ilmu nya orang untuk mengambil keputusan, adalah langkah tepat untuk mengendalikan jumlah penduduk. Dulu mestinya tidak sampai dibahas di koran sebelum diputuskan, para ahli statistik dikumpulkan dan diminta memnbuat proposal mengenai prioritas pembangunan. Mungkin saat itu hal yang mengusik dia adalah mengenai pertum...

SEJARAH

21/8/2008 Saya memang suka sejarah, apa saja, sejarah negara, agama, teknologi, bahkan tokoh-tokoh, saya suka menyimak sejarah. Bahkan slogan "JAS MERAH" (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) dari bung Karno adalah ide briliant yang akan saya dukung sampai kapanpun. Karena suka menyimak sejarah, maka saya selalu bermimpi untuk tercatat dalam sejarah, bagaiamana caranya ? Pertama-tama saya harus mendefinisikan dahulu arti sejarah, yang kalau diperas peras artinya adalah dokumentasi dari peristiwa masa lalu. Dengan demikian jika tidak ada dokumentasi maka tidak disebut sejarah. Peristiwa sebelum ditemukanya tulisan/goresan/tanda dimasa lalu disebut pra sejarah, karena memang tidak ada dokumentasinya, tetapi hanya sisa peninggalan-peninggalan masa lalu yang dianalisis (kerangka atau fosil). Banyak orang yang tidak suka dengan dokumentasi, sehingga kisah hidupnya mengalir begitu saja, apalagi jika tidak ada hal yang menonjol dalam hidupnya, maka tidak ada orang lain pula yang ma...

"THERMAL"

31/ 7 / 08 Apa tuh, kayaknya kok pernah dengar, tapi apa ya ? Kemarin saya berkesempatan mengantarkan anak mengenal dunia dengan memperkenalkan alam pegunungan sekaligus aktivitas hobby yang menantang. Mengapa kami melakukanya ? pertama, memang hobby kami jalan-jalan, hanya masalah waktu dan biaya saja hobby itu tidak ditekuni, apalagi kepikiran untuk menghasilkan uang.Kedua, kami orang yang haus mengenai hal baru, maka setiap kali jalan-jalan selalu ingin tahu hal baru dan mencobanya. Kesempatan kali ini adalah mengamati aktivitas terjun payung dari atas bukit. Wuih seru juga, gak pernah kepikiran sebelumnya, bahwa bergantungan diatas bumi kelihatanya juga mengasyikan. Ada yang menarik sebelum aktivitas itu dimulai, pertama adalah arah angin, ternyata para penerjun datang disaat yang tepat, yaitu disaat arah angin dari bawah menuju ke bukit. Sedangkan kami datang terlalu pagi, disaat angin turun dari bukit. Pada saat perubahan arah angin terjadi, ditandai dengan angin puting beliung (...

"DUNIA ABU-ABU"

22/7/2008 Pemisahan adalah hal paling tidak nyaman dirasakan manusia. Sepanjang sejarah kehidupan, manusia memang paling tidak bisa hidup terpisah, dan salah satu hak paling hakiki dari manusia adalah hidup bersama dalam komunitas. Sedemikian rupa sehingga sejak dari asalnya ajaran hidup di bumi, hukuman paling menyakitkan adalah DIPISAH. Tetapi bukan manusia jika tidak punya solusi, meski yang mencipta hidup juga memberi solusi, manusia tetap saja mencari jalanya sendiri. Jika BENAR dan SALAH dipisahkan oleh hukum Sang Pencipta, maka bagi manusia, hukum ini malah menjadi masalah. Padahal Sang Pencipta menyebut itu solusi dari kehancuran manusia. Sang Pencipta tidak mengenal kompromi untuk kata SALAH. Hukum ditegakan dengan caraNya, yaitu tetap MEMISAHKAN antara BENAR dan SALAH. Sekali lagi, untuk manusia ini adalah MASALAH. Lalu, apa solusi manusia ? ya bikin jembatan antara BENAR dan SALAH. Atas nama "persaudaraan", atas nama "solidaritas", atas nama "kebersa...

"BELAJAR BAHAGIA"

17/7/2008 Hasil survey baru-baru ini di Amerika menyimpulkan bahwa rata-rata anak-anak normal tertawa 300 kali sehari, sedangkan orang dewasa hanya 17 kali sehari. Sebuah perbandingan yang cukup extrim bukan ? dari fakta ini jelas nyata bahwa anak-anak pasti jauh lebih bahagia dari orang dewasa dan ini mutlak terjadi untuk anak-anak karena : 1. Seluruh system pertumbuhanya membutuhkan suasana yang kondusif untuk berkembang 2. Tubuh yang masih rentan itu belum sanggup menerima tekanan, baik mental mupun fisik, maka harus selalu nyaman. 3. Tertawa adalah pertahan dari semua penyakit untuk tubuh yang masih lemah Nah, bagi kita yang sudah dewasa, apakah tidak boleh bahagia ? pertanyaan extrim bukan ? Secara normatif, cara orang dewsa mencapai bahagia dengan cara yang berbeda. Berbeda dengan anak-anak yang memiliki definisi sempit soal bahagia (cukup tertawa 300 kali ?), orang dewasa lebih kompleks menterjemahkanya. Pemenuhan kebutuhan fisik saja seringkali tidak bisa dibilang cukup untuk...