Posts

MENJADI YANG KITA INGINKAN

7/11/08 Semalem terjadi peristiwa yang sering tejadi di rumah saat saya duduk bersama anak-anak di depan televisi, apalagi kalau bukan rebutan chanell TV ! Meskipun kita sudah buat aturan, sudah buat konsensus tapi kejadian ini bisa saja terjadi. Saya ingin nonton berita, anak saya pengin nonton kartun. Hal ini terjadi karena adanya benda bernama Remote Control. Betapa mudahnya kita berpindah chanell hanya dengan memencet tombol-tombol yang terdapat di Remote Control. Kita bisa berpindah satu chanell ke chanell lain dengan mudah dan langsung ada gambarnya, hebat betul TV itu ya........ jadi ingat buku "The Secret", kita seperti Televisi yang memancarkan frekwensi tertentu saat dinyalakan, dan frekwensi itu menangkap frekwensi pemancar stasiun televisi, lalu pertemuan dua frekwensi yang sama ini menghadirkan suatu keajaiban yang diinginkan oleh kita. Begitu cara kerjanya ? ya, persis ! apa yang terjadi dalam hidup kita adalah apa yang kita pikirkan. Pikiran kita adalah frekwen...

MEMBANGUN KEAJAIBAN

28/10/2008 Pernah bermain games "Age Of Empire" ?, games dengan thema peradaban kekaisaran ini sungguh seru, saking serunya, kalau sudah main bisa lupa segalanya. Games untuk Play Station dan Komputer ini pernah Booming di awal tahun 2000 an, karena sukses maka di fitur nya terus ditambah sampai keluar versi nya yang kedua dan ketiga. Inti dari games ini adalah kita sebagai creator sebuah kekaisaran yang dibangun dari nol, kita hanya diberi modal sebuah sumur air dan seorang pekerja. Kita harus bekerja keras membangun rumah dan terus berkembang. Setiap akan menambah fasilitas hidup selalu ada syarat dan nilai tertentu yang harus dipenuhi. Misalnya jika mau menambah orang, harus punya paling sedikti 50 point untuk hasil panen. Untuk membangun rumah harus punya point 100 untuk hasil menebang kayu, untuk membangun menara harus punya 50 point untuk hasil mengumpulkan batu, dan seterusnya bisa membangun pasar, akademi militer, kuil berdoa, gedung pemerintahan, hingga sebuah Keajai...

STRATEGI RUMPUT LIAR

21/10/08 Rumput adalah salah satu tumbuhan yang "harga" nya sangat rendah, saking rendahnya sampai orang dikasih gratispun juga tidak mau. Rumput ini adalah rumput liar pada umumnya, bukan rumput di dari jenis exsclusive seperti rumput untuk padang golf yang dijual mahal. Rumput juga biasa menerima perlakuan semena-mena, dibabat jika terlalu panjang, dibakar jika kering, dan diinjak jika dilewati. Tragis ..... bagaimana jika rumput liar ini adalah manusia ? manusia macam apa yang bisa diposisikan seperti rumput liar ? ya manusia termarginal, terpinggirkan, miskin, dan tak ada yang mempedulikan..... Emha Ainun najib pernah menulis buku mengenai suara akar rumput, dia membeberkan seperti apa suara akar rumput ini seperti layaknya manusia, suara nurani dari pohon paling tragis di dunia. Tetapi sang Maha Kuasa sungguh adil, rumput tak pernah sirna dan musnah dari muka bumi. Rumput selalu ada dan sangat mudah dijumpai dimana-mana. Bagaimana dengan strateginya tetap bertahan dari ...

HIDUP SEDERHANA

16/10/08 Setelah menonton film "Laskar Pelangi", ada yang bergejolak di hati saya. Sepertinya film itu mewakili banyak hal yang ada di hati dan fikiran saya. Ada nostalgia masa lalu, ada penderitaan, ada perjuangan, ada romantisme cinta monyet, ada kepolosan, ada kejujuran, ada kemiskinan, ada ketimpangan ekonomi, ada kecerdasan, ada kebanggaan, dan ada pelajaran hidup yang tak ternilai harganya. Pelajaran untuk lebih banyak memberi daripada menerima, keiklasan untuk mengabdikan diri, dan pelajaran untuk pantang menyerah......... Seluruh emosi saya tumplek blek disitu, mungkin ada 5 kali dada saya sesak menahan tangis, dan di adegan tertentu tak tertahankan lagi, wajar karena memang sangat menguras emosi saya sebagai anak kampung yang juga dibesarkan di lingkungan kemiskinan. Bedanya, saya adalah orang yang beruntung, orang tua diberi berkat lebih baik, sehingga saya bisa sekolah lebih tinggi dan sekarang bisa disini, mengetik tulisan ini didepan komputer, beruntung bukan ? S...

MENGINTIP BINTANG

9/10/08 Bekesempatan mengunjungi balai obseravatorium luar angkasa BOSCHA di Lembang Bandung adalah hal yang menarik untuk saya. Selama ini saya hanya melihat kubah untuk mengintip bintang itu dari buku atau film dokumenter. Lokasi observatorium yang dibangun Belanda tahun 1923 itu adalah salah satu peninggalan penjajah yang sangat berarti untuk kita. Betapa tidak, jika menunggu bangsa ini memikirkan masalah intip mengintip bintang mungkin tahun 2000 an ini kita baru bisa buat. Meskipun tidak bisa masuk ke dalam kubah peneropongan bintang karena memang sedang ditutup untuk umum, tetapi beruntung ada sebuah toko souvenir yang menjual berbagai penak pernik masalah keantariksaan. Cukup mengejutkan, ternyata di lokasi tersebut ada 5 teleskop, bukan hanya satu, tapi yang terbesar memang teleskop Zeiss yang bobotnya lebih dari 1 ton. Untuk melihat benda-benda langit ini memang harus malam hari dan suasana disekitar harus gelap. Maka penggunaan lampu di lokasi peneropongan ini memang cukup m...

MENATAP MASA DEPAN

16 Sept 2008 Beberapa tahun yang silam, saat masih kuliah di kota "gudeg" Yogya, waktu sepertinya berjalan begitu lambat. Dari pagi sampai sore sepertinya lama sekali, mengapa bisa begitu ? mungkin karena perasaan saja, aktivitas saya sebagai mahasiswa memang sangat longgar, tidak ada yang memburu-buru, kecuali diri sendiri. Semakin pengin santai, ya semakin lama waktu bergerak. Kadang menjadi bahan olokan, kalau di Bali katanya "Everyday is Holiday" kalau di Yogya "Everyday is Sunday".... pokoknya santai dan santai layaknya di hari minggu yang tanpa beban itu..... Nah, diwaktu-waktu yang bergerak lambat itu, saat orang lain benar-benar santai, saya malah banyak merenung, apa saja direnungkan, kadang ada seorang teman yang bilang, saya cocoknya kuliah di Filsafat saja. Kalau berdiskusi tentang apa saja, seperti tak ada ujung, karena pertanyaan yang keluar dari mulut saya selalu menggiring ke puncak yang paling hakiki dari suatu kebenaran fakta, dan itu se...

LAKUKAN INTINYA

5/9/2008 Agak sulit mengartikan makna yang terkandung dalam kalimat ini "Mengalah Untuk Menang", apalagi masuk dalam konteks kehidupan yang penuh kompetisi ini. Lama juga saya mencoba memahami dengan terus menerus mencari tahu apa sebenarnya maksud dari kalimat ini. Mudah memang mengucapkan, tapi bagaimana jika kita dihadapkan pada persoalan yang menyangkut prinsip pribadi ? tidak usah sampai situ, jika terjebak dengan masalah yang berbenturan dengan harkat dan kepentingan kita hari ini saja, sepertinya sulit berjabat dengan kata "mengalah". Tapi apakah harus selalu mengalah ? ternyata jawabanya adalah "YA, HARUS BEGITU !" Saya belajar dari memenangkan hati anak-anak, apa yang tidak kita kalahkan demi mereka. Karena rasa sayang kita, kita matikan segala prinsip, aturan, kemauan, egoisme, bahkan emosi. Kita rela kepala kita dipukul-pukul, wajah kita diinjak-injak, bahkan badan kita dikotori oleh kotoran tubuhnya pun tidak masalah. Kenapa bisa begitu ? ya ka...