Posts

MELIHAT LANGIT

Image
23/2/2009 Saat pulang dari Gereja hari minggu kemaren, ada keheningan saat saya dan anak-anak kembali ke rumah. Sepertinya aktivitas di gereja hari itu cukup padat untuk anak-anak, selesai ibadah mereka masih latihan paduan suara. Tapi tiba-tiba di sela keheningan, anak sulung saya berujar "Pa, lihat tuh di langit, bentuk awan nya lucu, kayak kelici...." belum lagi saya mendongak keatas, dia sudah menujuk lagi "Itu juga tuh... kok seperti banteng ya ....". Demi keamanan saya lalu meminggirkan mobil agar bisa menikmati apa yang jadi keterkejutan anak saya itu. Ternyata benar, langit yang biru kadang menghadirkan pemandangan tersendiri yang memukau, seberapa sering kita menyadarinya ? apa yang kita lihat sehari-hari lebih banyak dalam perspektif horisontal, sangat jarang kita melihat vertikal. Melihat keatas memang butuh pengorbanan, selain harus siap silau matahari juga harus siap pegal di leher. Di mata anak-anak langit adalah awan yang bisa diimajinasikan dalam b...

PERANG

4/2/2009 Adalah Ki Ageng Suryo Metaram, seorang filsuf jawa yang namanya jarang tersiar, pernah mengatakan "Perang adalah kejahatan paling jahat bagi kehidupan, karena perang adalah pengkhianatan hakekat kehidupan yaitu hak untuk hidup". Beliau adalah anak Sri Sultan Hamengkubuwono ke VIII yang memilih menjadi petani di daerah Salatiga, lari dari gebyar dan silaunya harta kerajaan untuk mencari makna terdalam dari kehidupan. Indonesia cukup bersyukur, meski tidak semua orang dipuaskan dengan kondisi saat ini, namun tidak ada gejolak berarti beberapa tahun terakhir. Saling bunuh hanya muncul sporadis dan dalam waktu singkat sudah dapat dikendalikan. Bagaimana dengan timur tengah ? wilayah yang diyakini oleh dua agama terbesar di dunia sebagai pusat dan asal mula kehidupan ini malah menjadi pelaku dari pengkhianatan hakekat hidup. Mau dilihat dari sisi manapun, perang hanya menghasilkan penderitaan, menang atau kalah sama saja, yang kalah sudah pasti sangat menderita, yang me...

GERHANA

Image
28/1/09 Tanggal 26 Januari kemaren terjadi gerhana Matahari cincin di wilayah Indonesia, khususnya di daerah Lampung. Disebut Gerhana Matahari Cincin (GMT) adalah untuk membedakan dengan Gerhana Matahari Total (GMT). Saat GMC, pendaran sinar matahari masih terlihat menyerupai cincin, namun saat terjadi GMT, sinar matahari benar-benar tertutup seluruhnya, alias gelap total. Fenomena alam yang saya tunggu memang berujung kekecewaan, betapa tidak, saya sudah membuat kamera dari kardus seperti disarankan para ahli untuk melihat gerhana secara aman. Namun saat yang ditunggu itu, alam kurang bersahabat, mendung menutupi langit, yang terlihat hanya awan bergumpal gumpal.....hanya bisa membayangkan keindahan gerhana itu dibalik awan. Tidak bisa melihat yang diharapkan, seperti halnya kita tak bisa melihat apa seperti apa jadinya impian dan harapan kita di masa depan. Saya pernah berdialog cukup lama mengenai misteri masa depan ini dengan seorang pendeta. Saya tanya mengapa ada orang yang d...

TEPUNG TENGIK

27/01/09 Ini sepenggal kisah dalam rumah tangga. Karena rutinitas yang cukup padat, maka ada banyak hal-hal terlewat dalam aktivitas rumah tangga. Hanya kebijaksanaan kita saja sebagai kepala rumah tangga untuk menentukan prioritas dan kedalaman masalah yang terjadi, apakah perlu dimaklumi atau tidak. Ini soal pembantu rumah tangga, seseorang yang selalu saya anggap sebagai anggota keluarga, bahkan dalam organization chart saya, pembantu saya masukan sebagai asistant CFO (chief financial officer), atau asisten istri. Saya sebagai CEO di rumah kadang lupa kalau menjabat COO juga, karena keterbatasan waktu. Saat ada kesempatan untuk melakukan kontrol mendalam terhadap beberapa point operational, baru nampak beberapa bagian yang bolong dan tidak sesuai prosedur. Singkat kata, sang asisten tidak memenuhi syarat dasar sebagai orang yang bisa dipercaya, alias TIDAK MEMILIKI INTEGRISTAS ! Integritas atau integrity lebih dari sekedar Jujur, ringkasnya adalah MENGATAKAN YANG DILAKUKAN dan ME...

BELAJAR DARI (film) CHINA

20/1/09 Ada pepatah "Belajarlah sampai ke negeri China ......" apa maksudnya ? pertama-tama adanya pengakuan dari yang membuat pepatah, bahwa di negeri China ada banyak ilmu untuk dipelajari, yang kedua adalah pengakuan bahwa peradaban China pantas menjadi panutan bangsa lain. Pepatah kuno ini memang bukan berasal dari bangsa Eropa, kalau di Eropa mungkin bunyinya jadi "Belajarlah sampai ke negeri Roma.....". Memang dalam sejarah peradaban, hanya ada dua kekaisaran di dunia ini yang maju dalam peradaban, yaitu kekaisaran China dan kekaisaran Romawi. Seperti biasa, jika sudah sumpek dengan rutinitas, saya dan istri selalu menyepatkan diri untuk berdua saja melakukan aktivitas diluar rumah. Ini adalah upaya untuk keseimbangan hidup. Malam itu kami sepakat untuk nonton film, selain murah, juga banyak inspirasi dari film, terutama film bermutu. Menjelang Imlek biasaya ada film-film mandarin yang bagus, bintang-bintang film mandarin memang sudah lama jadi idola kami be...

SURGA DAN NERAKA

20/1/09 Semalam seorang teman menelfon, rupanya teman lama di perusahaan saya berkerja dahulu. Dia adalah seorang teman yang juga keranjingan dengan berbagai paradigma orang modern, apalagi kalau bukan demam menjadi ORANG SUKSES. Sebuah orientasi dan juga paradigma baru mencapai kebahagiaan ini memang sudah menggejala sejak 90 an saat buku-buku ber aliran kesuksesan ini muncul di Indonesia. Dale Carnagie di akhir 80 an adalah salah satu pelopor paradigma ini, buku pertamanya berjudul "Cara Hidup Sehat dan Bahagia" laris manis. Banyak orang Indonesia terbelalak mata menyadari bahwa rutinitas hidupnya bukanlah jawaban dari kebahagiaan. Kebahagiaan baru bisa dipenuhi jika bersatunya antara apa yang yang kita ingin dan bisa kita lakukan. Kalau hanya ingin tapi tidak bisa juga tidak bahagia, kalau bisa tapi tidak ingin juga tidak bahagia. Nah, bahagia versi Dale Carnagie ini adalah titik tolak dari pandangan KESUKSESAN di era modern ini. Dia juga menekankan, bahka jika keinginan ...

SAMBEL PEDES (2)

12/01/09 Awal tahun ini, saya tiba-tiba pengin main ke Pasar Baru. Saat menginjakan kaki pertama kali ke Pasar Baru adalah tahun 1994. Saya dan seorang teman mencari lensa kamera bekas, kata orang, di Pasar Baru Jakarta murah. Saya inget pernah kepedesan makan tahu gejrot di depan toko sepatu Bata. Nah, sudah saatnya mengenang kembali pedesnya sambel tahu gejrot itu. Meskipun beberapa kali ke Pasar Baru, tapi sekedar menikmati tahu gejrot saja tidak sempat, karena seringkali ke Pasar Baru hanya urusan pekerjaan. Ibu penjual tahu gejrot itu memang masih disitu, terlihat dari jauh. Tapi setelah saya dekati, penjualnya sudah ganti, memang sama gemuknya tapi beda. Tanpa banyak tanya, saya langsung order saja, minta yang pedes. Ternyata benar, bumbu tahu gejrot ini memang bukan Basa Basi pedesnya, dalam hati saya berujar "kalau perut sampai ga beres, gawat nih....". Berhubung enak, maka tetap saya habiskan. Keringat berkucuran, mata berair, dan bibir memerah menahan pedas, ini ...