"Sabar dan nikmatnya menunggu ...."

25/3/2008

Semalem bapak mertua bilang kalau beliau mau diantar ke stasiun Gambir pagi saja, mau naik kereta Argo yang paling pagi. Nah, yang begini kan bikin kelabakan saya, mana belum beli tiket, sampai rumah jam 7 malem, bagaimana ini ? belum lagi selesai mikirin, beliau sudah bilang mau berangkat dari rumah jam 5 pagi, lah.... pagi amat ? trus bangun jam berapa ?

Ya sudah, akhirnya jam 5 tadi kami berangkat ke ke Gambir, sambil ngantuk-ngantuk saya bangun tapi tetap mengangkat dagu sambil bicara dalam hati "Semangat...semangat....semangat .... !!!" Sampai di Gambir jam 6 pagi, tanya sana-sini dan dapat info kalau kereta berangkat jam 8.... lah...... tahu gitu kenapa ga berangkat rada siangan tadi ? sambil mesam-mesem bapak menjawab "Sebaiknya sabar dan nunggu, daripada telat ....". Okay deh, Jakarta memang macet, tapi berangkat jam 5 dari rumah .... benar-benar ngantuk.

Bapak mertua yang mantan tentara ini memang sudah kenyang makan asam garam, jadi apapun tindak-tanduknya saya gunakan sebagai teladan. Jelas ada nilai yang sangat positif dari peristiwa pagi ini, apalagi kalau bukan belajar menjadi orang sabar dan siap menunggu untuk menghindari resiko yang lebih besar. Saya ingat ada seorang India (namanya saya lupa, tapi tinggal di AS) yang tahun 2007 kekayaanya dinilai bisa mengalahkan Bill Gate pendiri Microsoft itu. Usia orang ini sudah hampir 70 tahun, dia bilang kunci dari kesuksesanya adalah "sabar dan menunggu", dia tidak pernah merasa terkejar dan dikejar, bahkan oleh Bill Gate sekalipun, meski akhirnya bisa mengalahkan kekayaaanya. Beliau adalah anak seorang pialang saham, sejak kecil memang hobinya bisnis, "beli murah jual agak mahal, dapet untung", begitulah prinsip bisnisnya. Salah satu yang pernah dia sesali adalah saat membeli saham dan buru-buru menjualnya, padahal tidak lama kemudian saham tersebut naik 300%. Dari sini beliau benar-benar belajar menjadi seorang yang penyabar dan siap menunggu ....

Buat kita yang berjiwa muda (maaf jika memang tubuh ini makin renta...), kesabaran memang bagian yang terus diuji, karena demikianlah ritme denyut jantung kita, cepat dan penuh semangat..... tapi seringkali terjebak dengan kekacauan karena ada keputusan yang diambil dengan pertimbangan yang sangat terburu-buru. Bersabar dan menunggu butuh pengorbanan, seperti pagi ini, harus bangun lebih pagi hanya untuk menunggu kereta..... maka mari belajar bersabar dan menikmati saat menunggu dengan baik.
Secangkir kopi disruput sendiri, mak nyozzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Comments